Komunikasi di era saat ini memunculkan perubahan pola dari pola tatap muka langsung menjadi pola komunikasi menggunakan media. Salah satunya adalah media sosial, memasuki era tahun 90-an marak bermunculan media sosial. Mulai dari myspace media sosial yang pada saat ini user-nya lebih banyak dari kalangan musisi guna memperkenalkan lagu besutannya kepada khalayak ramai. Disusul kemudian munculnya media sosial bernama friendster namun saat ini media sosial ini lebih menitikberatkan pada media sosial berbasis game.

Kehadiran friendster saat itu cukup populer karena bisa mempertemukan orang yang sesuai dengan kriteria yang di inginkan. Kemunculan friendster tidak lama berkat kehadiran media sosial besutan Mark Zuckeberg bernama facebook. Media sosial ini berhasil meruntuhkan kedigdayaan friendster karena memiliki fitur chat atau obrolan, dimana para user bisa mengobrol antar teman dan bisa juga mengomentari status yang di buat user lainnya. Komunikasi di facebook terasa lebih hidup ketimbang pendahulunya, dengan didukung banyaknya pengembang jadilah jejaring sosial facebook menggabungkan fitur obrolan dan game.

Kekurangan jejaring facebook hanya terletak pada batasan jumlah teman yang dimiliki sehingga banyak user yang memiliki banyak account guna menampung semua temannya. Batas maksimal teman yang dimiliki hanya 5000 teman saja makanya hal ini memunculkan ada beberapa akun dengan nama yang serupa namun ditambahkan kata-kata ‘part’ diakhir namanya.

Di Indonesia sendiri jumlah pengguna facebook memiliki angka yang cukup fantastis bila dibandingkan dengan negara-negara lain. Namun sayangnya banyak pengguna facebook yang sering meng-update status yang bernada ‘galau’ lalu muncullah penyebutan ‘alay’. Selain karena status bernada galau, pemilihan nama yang unik juga menyebabkan seseorang dipandang alay.

Seiring mulai jenuhnya orang Indonesia bermain facebook mulailah banyak yang bermigrasi ke jejaring sosial bernama Twitter. Jejaring sosial berbasis microblogging dimana para pengguna hanya bisa meng-update status sebanyak 140 karakter sehingga pengguna dituntut lebih cerdas dalam meng-update status sehingga orang lain bisa menangkap isi dari status tersebut.

Di jejaring sosial twitter ini tidak ada batasan dalam pertemanan. Hanya saja yang membedakan dengan facebook dimana pengguna bisa mem-follow atau mengikuti pengguna lain. Kekurangannya hanya satu yaitu bila pengguna mem-follow pengguna lain tanpa disertai adanya timbal balik follow maka pengguna tersebut tidak bisa berkomunikasi melalui kotak pesan atau Direct Message.

Di twitter sendiri semakin banyak follower atau pengikut maka semakin tenar akun tersebut. Untuk saat ini akun dengan follower terbanyak adalah akun @katyperry dengan jumlah follower sampai jutaan dan mendapat badge centang biru alias verified. Mengenai badge, di twitter sendiri selain badge verified ada juga badge translator. Dimana logonya bukan centang biru tetapi gambar bumi. Nah badge translator ini semua orang bisa mendapatkannya dengan syarat aktif membantu twitter menterjemahkan bahasa kedalam bahasa suatu negara.

Sayangnya saat ini jejaring sosial twitter banyak dikotori oleh ulah oknum yang merusak trending topic menggunakan akun bot. Selain trending topic juga mulai marak penjualan follower baik follower aktif maupun follower pasif. Seyogyanya yang namanya jejaring sosial digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain tanpa mengenal jarak dan waktu.

Ramai-ramai memperbanyak jumlah follower dengan berbagai cara. Mulai dari membeli follower agar cepat bertambah secara instan tanpa perlu bersusah payah dan memakan waktu lama. Konon katanya semakin banyak jumlah follower suatu akun bisa menambah penghasilan dengan menjadikan akun twitter sebagai media pemasangan iklan.

Coba saja kamu perhatikan akun dengan jumlah follower cukup banyak selalu terselip cuitan yang berbau promosi. Namun menurut saya nggak jaminan suatu akun berfollower banyak efektif buat mengkampanyekan suatu promosi. Suatu campaign bisa dibilang sukses jika terbukti viral dan jadi bahan perbincangan minimal selama beberapa jam.

Salah satu contoh campaign yang berhasil adalah kampanye aplikasi chatting ‘Line’ dengan memanfaatkan nostalgia film ‘Ada Apa Dengan Cinta’ yang pada jamannya cukup terkenal. Melalui situs berbagi video youtube ‘Line’ mempromosikan fitur terbarunya yaitu Alumni. Dalam seminggu video ‘AADC mini drama’ telah ditonton sebanyak jutaan kali.

Banyak saat ini orang yang ingin memanfaatkan akun media sosialnya buat menjadi ladang mencari rezeki. Makanya berlomba-lomba berburu follower. Baik dengan cara membeli follower atau membiarkankan follower bertambah dengan cara alamiah.

Iklan