Hai, Kamu.

Selama ini aku sering mendapatimu dalam keadaan lelah, dan tak berdaya, tapi kadang begitu berwarna, penuh semangat, menggebu-gebu, lalu kemudian berbalik ke luka, lelah, dan tak berdaya. Sering aku bertanya, apa kamu tidak merasa bosan dengan alur kehidupan yang itu-itu saja?

Kamu, menginginkan orang lain untuk mengisimu memang menyenangkan, dan aku tahu, itu yang membuat kamu begitu bersemangat. Perlu kamu ketahui, kadang semangatmu yang berlebihan itu justru membuatmu terluka pada akhirnya, lagi dan lagi.  Kenapa? Karena kamu dengan sekuat tenaga membuat dirimu untuk tidak melihat kenyataan yang ada di depan mata begitu jauh dari yang kamu harapkan. Denial, itulah kamu yang sebenarnya.

Kamu, walau begitu rentan, aku benar-benar salut padamu. Kamu begitu kuat. Walau entah untuk keberapa kalinya kamu jatuh, kamu tetap bisa bangun dan bertahan untuk menghadapi kenyataan yang seringkali begitu menyakitkan.

Kamu, tetaplah kuat, tetaplah tegar menghadapi kenyataan, tetaplah bersemangat dan yakin bahwa suatu saat nanti akan kamu akan terisi dengan warna-warna bahagia.

Kamu, terima kasih karena telah menjadi kuat walau benar-benar rapuh.

Iklan