Kanker kulit merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi. Faktanya, satu dari lima orang di Amerika terkena kanker kulit setiap tahunnya.

Angka kejadian kanker kulit mengalami peningkatan dari tahun ke tahun seiring dengan meningkatnya faktor risiko dan zat karsinogenik di lingkungan sekitar.
Ada tiga jenis kanker kulit yang sering terjadi yaitu, karsinoma sel basal, karsinoma squamosa, dan melanoma. 

Dari ketiga jenis kanker kulit tersebut melanoma merupakan jenis kanker kulit yang paling parah dan menjadi penyebab kematian paling banyak. (Ngeri ya)

Lalu apa saja ya faktor risiko yang bisa menjadi penyebab kanker kulit?

1. Paparan sinar ultraviolet (uv)

Penyebab yang paling umum adalah paparan sinar UV baik dari matahari maupun dari sumber yang lain. Lama paparan, intensitas sinar UV, serta ada tidaknya pelindung kulit baik dengan pakaian atau krim anti matahari, semuanya berpengaruh terhadap terjadinya kanker kulit.

2. Kulit Putih

Orang yang memiliki kulit putih lebih rentan terkena kanker kulit daripada orang yang memiliki kulit lebih gelap. Lho kok bisa sih!!?

Hal ini dikarenakan jumlah pigmen melanin pada orang kulit putih lebih sedikit. Kadar melanin yang tinggi bisa melindungi kulit dari paparan berbahaya sinar matahari, sehingga mengurangi risiko terkena kanker kulit.

3. Terpapar Karsinogen

Bahan kimia tertentu seperti arsenik, nikotin, tar, dan minyak diyakini dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit. Namun, dalam banyak kasus paparan dalam jangka panjanglah yang biasanya menyebabkan kanker kulit.

4. Faktor keturunan/Genetika

Susunan genetik dalam keluarga bisa berpengaruh juga terhadap munculnya kanker kulit. Jika ada salah satu anggota keluarga yang terkena kanker kulit, maka risiko terkena kanker kulit pada anggota keluarga yang lain juga akan meningkat.
Jutaan orang menderita kanker kulit atau kerusakan kulit akibat sinar matahari.

Fakta ini menyebabkan penggunaan tabir surya menjadi lebih penting daripada sebelumnya.

Namun, banyak orang yang masih bingung produk tabir surya apa yang harus digunakan. Ada banyak istilah membingungkan pada kemasan tabir surya sehingga membuat sulit untuk menentukan pilihan.

Apa itu SPF?

SPF merupakan singkatan dari Sun Protection Factor. Botol dengan tingkat SPF yang lebih tinggi akan melindungi lebih baik terhadap sinar UVB yang berbahaya.

Pada dasarnya, jumlah SPF merupakan indikator dari berapa lama Anda dapat tinggal di bawah sinar matahari tanpa terbakar. Tingkat SPF berkisar mulai dari SPF 5 hingga SPF 80. SPF mengacu pada jumlah waktu yang dibutuhkan untuk kulit berubah menjadi kemerahan di bawah sinar matahari. Semakin tinggi SPF, semakin lama Anda bisa berada di bawah sinar matahari sebelum kulit berubah menjadi merah.

Misalnya, jika seseorang biasanya akan terbakar dalam 15 menit, lotion dengan SPF 15 akan memungkinkan mereka berada di bawah sinar matahari 15 kali lebih lama (atau untuk 225 menit) tanpa terbakar.

Lantas SPF berapa yang harus saya gunakan?

American Academy of Dermatology merekomendasikan setiap orang memakai produk dengan SPF minimal 15.

Bila suatu produk mengandung kurang dari SPF 15, maka produk tersebut hanya akan memberikan perlindungan yang sangat kecil dan tidak cukup untuk melindungi kulit dari semua paparan sinar matahari.
Menyambut Hari Kanker sedunia yang jatuh pada tanggal 4 februari ini, mari kita bersama bergandengan tangan melawan kanker khususnya kanker kulit dengan lebih aware terhadap kesehatan kulit kita dengan menggunakan produk kesehatan yang tepat dan berkualitas serta cocok dengan kondisi kulit kita pastinya.

Iklan